TENTANG DIRIKU DAN KELUARGAKU. N Curhat KU.

Meutya Hafid my Love,

Sudah kau lihat dn dengar aku n teriakanku di Video2 klip aku?

Masihkah dirimu tak mau mengerti?

Tak bisa ku pungkiri, hatiku yg teramat sangat sakit. Atas ulah bos2mu, kawan2mu, orang tuamu, dan kamu sendiri.

Apa yg bisa kuperbuat? aku miskin kan?, cepat atau lambat semua orang yg memakai internet, dan yg tidak akan tahu yg sebenarnya.

Dan inilah sesuai janjiku dulu, dalam e-mail2 aku sebelum ini. Yg juga terkirim melalui friendster.com juga.

Aku akan sebar luaskan ke seluruh penjuru dunia. aku tidak peduli apakah ini semua fitnah ataukah tidak. bagiku aku hanya membela diri, dan memproteksi diriku sekaligus membalas acaman2 yg telah kudapatkan baik itu ada hubungannya dengan masalah kita berdua maupun tidak.

Yah, aku tidak tahu lagi, apakah saat ini kau masih hidup ataukah sudah mampus di bunuh oleh orang2 dekatmu saat ini yg mereka semua amat berpengaruh padamu ya?

Tapi biarkan lah mereka tahu apa ini. Kalian semua ancam, ejek, dan hinakan aku, yg memang gembel ini, dan TERNYATA… mereka buka sendiri, kebusukan mereka dan mereka bunuh sendiri dirimu juga. Dengan Membuatku makin marah dan menyebar luaskan berita ini.

Aku sudah janji pada diriku sendiri, takkan kuserahkan dirimu pada orang lain sekalipun aku ini dapatkan dirimu seperti aku dapatkan barang yg sudah busuk. Sebab aku mencintaimu karena Allah dan kita berdua, telah terikat NIKAH GAIB dulu [ Februari 2008 ], sebagai NIKAH SIRI kita, aku ini mau lakukan itu dulu, atas ajakanmu itu,  Demi Allah agar kita tidak jatuh dalam jurang kehinaan lebih dalam lagi.

Namun semua itu ga ada artinya ya? Jauh lebih berharga Bos2mu , dan Presiden SBY, dan kawan2mu yg kaya Raya, sekalipun banyak diantara mereka itu, Penjual Vagina, Pengedar Narkoba, dan kau nikah dg Alfian Tumengkol itu kalau benarpun juga hanya untuk menutupi AIBMU yaitu jadi Pelacur terselubung dan tak pedulikan lagi titel Hajjahmu itu kan?

Aku katakan semua yg busuk itu di sini, juga kawan2ku demikian juga halnya agar kau insyaf dan sadar bahwa, kita ini jadi manusia itu tak bisa bersombong diri dan anggap kita itu hebat karena cantik , tampan, banyak uang, sakti, dll.

Beberapa, orang dari Kelompok Ahli Supranatural, dan bangsawan keraton, pernah mencemooh aku dan kehidupanku, dan lalu beberapa orang kawan ganti menuliskan cerita2 tentang ulah mereka, dan lalu apa mereka bilang disitu?

“Mas Bobby Meidianto, ahli supranatural juga, Seorang guru besar Padepokan, yg mumpuni, Ahli tarekat, dan tassawuf, menurut pandangan kawan2 , lalu demikian juga mereka para ahli supranatural dan bangsawan2 keraton itu yg mencemooh mas Bobby itu. Aneh kan? seorang ahli tarekat, dan tasawuf, yg mungkin saja memiliki niat tertentu dan laku prihatin demi sesuatu yg ia cita dan cintakan eh di ejek. Lucu, kalau para guru kebatinan dan olah rasa di yayasan parapsikologi Indonesia, dan juga para bangsawan keraton yg juga ahli seperti itu, malah mencemoohkannya , apa belum mengerti?  Mereka sendiri, entah kan ? tak bisa kami ini cerita apa saja yg mereka perbuat demi keyakinan mereka itu”.

Membaca itu aku jadi geli sendiri, namun juga berpikir,  soal aku dan dirimu itu, tak bisakah lagi kita bersatu, dan apakah aku selamanya harus hidup menanggung malu? Sebab hal ini, urusan kita ini?

Aku memutuskan dan memilih PERANG dari pada aku menyerahkan dirimu pada orang lain.

Yank, PLEASE, TINGGALKAN MEREKA, dan  BACK TO ME, Tinggalkan DUNIA POLITIK, & Kawan2mu di situ,  sedikit banyak aku bisa ambil kesimpulan bahwa mereka pun diam2 terlatih untuk membunuh pula, dan mereka dekati kamu selama ini hanyalah untuk sex dan uang serta ketenaran saja. Aku bisa menilai ini dari, peristiwa pembunuhan wanita tanpa kepala di hotel KOPENG SALATIGA JATENG dulu itu. Terserah kamu deh. Kau pilih mampus konyol, terserah. Soalnya kalau kau mampus di tanganku langsung, malah keluarga dan kawan2mu dpt menuntut aku, namun bila kau mampus di tangan orang2 dekatmu, belum tentu mereka dapat di proses secara hukum dengan adil. Sekalipun aku ini bebas membunuh siapapun namun dalam urusan ku denganmu malah aku dalam situasi sulit bila aku berbuat itu padamu.

Bobby Meidianto.